Selasa, 27 Desember 2016

Kondisi Kota Sragen

SRAGEN

Wilayah Kabupaten Sragen beriklim tropis dengan suhu harian yang berkisar antara 19-31ยบ C, terletak di dataran dengan ketinggian rata-rata 109 meter diatas permukaan laut. Curah hujan rata-rata di bawah 3000 mm per tahun dengan hari hujan di bawah 150 hari per tahun. 

Konisi alam di Kabupaten Sragen mempunyai relief yang beraneka ragam, ada daerah pegunungan kapur yang membentang dari timur ke barat terletak di sebelah utara bengawan Solo dan dataran rendah yang tersebar di seluruh Kabupaten Sragen, dengan jenis tanah: gromusol, alluvial regosol, latosol dan mediteran. Sragen berada di lembah daerah aliran Sungai Bengawan Solo yang mengalir ke arah timur. Sebelah utara berupa perbukitan, bagian dari sistem Pegunungan Kendeng. Sedangkan di selatan berupa pegunungan, lereng dari Gunung Lawu. 

Minuman Khas Sragen


PENGHILANG HAUS BANDEL
Dawet  merupakan minuman khas sragen yang terbuat dari tepung beras disajikan dengan es parut serta dengan gula merah dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Di daerah sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di jawa tengah dikenal dengan nama es dawet.  Cara membuat es dawet tepung beras diolah dengan diberi pewarna hijau dan dicetak melalui saringan khusus, sehingga berbentuk buliran. Pewarna yang digunakan awalnya adalah pewarna alami dari daun pandan, namun saat ini telah digunakan pewarna buatan. Minuman ini biasanya disajikan sebagai pencuci mulut atau sebagai makanan selingan. Sesuai disajikan disiang hari. Es dawet kini telah berkembang di kalangan masyarakat. Karena terkenal akan rasanyanya yang gurih dan lezat kini es dawet di fariasi sehingga menambah omset penjualan.

Adat Budaya Sragen

upacara LARAP SLAMBU MAKAM PANGERAN SAMUDRO DI GUNUNG KEMUKUS

Ritual adat di Sragen ini sangat terkenal dengan prosesi pencucian dan penggantian kain penutup makamnya. Makam yang dimaksud adalah milik Pangeran Samudro yang dipercaya sebagai salah satu anak raja terakhir Majapahit yang masuk Islam dan dan berguru kepada Sunan Kalijaga. Dalam prosesi adat ini pengunjung yang hadir biasa memperebutkan air cucian kain makam atau juga sesaji yang dihanyutkan ke sungai saat prosesi pencucian digelar.
Selain prosesi adat itu, kini upacara ini juga telah dikemas dalam sebuah kegiatan grebeg budaya yang juga menyajikan berbagai hiburan tradisional seperti kirab gunungan hasil bumi dan juga pergelaran wayang kulit semalam suntuk.

Makanan khas Sragen

  • Sambal Tupang Khas Sragen

Keunikan masakan ini karena memakai tempe yang sudah mau busuk (semangit), tempe tiap daerah berbeda lho...karena saat mencoba tempe jawa barat berbeda sekali dengan jawa tengah khususnya Sragen. Tempe Jawa Barat khususnya kota Bandung tidak bisa busuk disimpan 5 hari adanya juga jadi bau asem, tapi kalau tempe Sragen di simpan 3 hari sudah busuk. Makanya kalau kita bikin Sambal Tumpang di Jawa Barat tidak akan sama kalau kita bikin di Sragen. Sambal tumpang enaknya di makan dengan nasi berpasangan dengan rebusan daun kenikir, pepaya dan bayam serta kecambah pendek yang masih kriuk kriuk. Gimana kebayang legitnya kan ?

Tempat Wisata Sragen

 Museum Prasejarah Sangiran

Museum Prasejarah Sangiran terdapat di Ds. Krikilan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Di Sangiran ini merupakan lokasi penemuan fosil manusia purba Meganthropus palaeojavanicus oleh Von Koenigswald. Dari penemuan ini kemudian banyak ditemukan berbagai jenis fosil di area tersebut. Sampai saat ini telah ditemukan lebih dari 13.685 fosil di Sangiran. Kawasan Sangiran saat ini telah ditetapkan sebagai World Heritage List (Warisan Budaya Dunia) oleh UNESCO. Oleh sebab itu Museum Prasejarah Sangiran ini sangat cocok untuk dijadikan sebagai tempat wisata pendidikan bagi siswa-siswi terutama untuk mempelajari sejarah peradaban manusia. Saat ini Tempat wisata Sangiran banyak dikunjungi terutama oleh para peneliti prasejarah yang ingin melihat langsung penemuan fosil di sekitar Sangiran.